Forkopimda Tapteng Menyapa Rakyat

oleh
Foto : Kegiatan Forkopimda Tapteng menyapa rakyat tahun 2017. (Preddy.S/TAPANULIPOST.com)

TAPTENG, TAPANULIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berkomitmen untuk memberantas penyakit masyarakat dan premanisme di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Untuk mewujudkannya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapteng menggelar kegiatan bertajuk menyapa rakyat yang dilaksanakan di ball room Pia Hotel Pandan, Rabu, 6 Desember 2017.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, mewakili Danrem 023/KS, mewakili Danlanal Sibolga, mewakil Dansatradar 234 Sibolga, mewakili Kapolres Tapanuli Tengah, Dandim 0211/TT, Kajari Sibolga, para Pimpinan SKPD, Camat, Ketua MUI, Ketua BKAG, Ketua KNPI, Ketua Al-Wasliyah, Ketua Muhammadiyah, Ketua Pemuda Katolik, Ketua NU, Ketua PGI, Orman, Tokoh agama, Tokoh masyarakat dan Tokoh pemuda.

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab Tapteng terus berkomitmen memberantas penyakit masyarakat dan premanisme di daerahnya.

“Untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tentunya tidak mungkin terwujud tanpa dukungan dan partisipasi dari segenap unsur forkopimda dan seluruh masyarakat,” kata Bupati.

Baca juga :  Jadi Langganan Banjir, Warga Desa Hurlang Muara Nauli Desak Pemerintah Cari Solusi

Dijelaskan, menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1961 tentang ketentuan-ketentuan pokok kepolisian negara menjelaskan, yang dimaksud dengan penyakit masyarakat antara lain, pengemisan, pelacuran, perjudian, pemabukan, perdagangan manusia, penghisapan, dan pergelandangan.

Bakhtiar mengungkapkan, selama tahun 2017 Satpol PP telah menertibkan sebanyak 619 pondok kitik-kitik yang dibuat menjadi tempat maksiat. Selain itu, juga telah rutin merazia tempat hiburan malam dan mengirim puluhan PSK ke panti rehabilitasi.

Bupati berharap kedepannya komunikasi dan kerjasama antar unsur Forkopimda terus berkelanjutan untuk meningkatkan ketenteraman, ketertiban umum dan penegakan hukum serta memperlancar proses pembangunan di Tapanuli Tengah.

Baca juga :  Bupati Bakhtiar Sibarani Ambil Sumpah Janji 244 PNS

“Kami juga berharap organisasi keagamaan, organisasi masyarakat dan organisasi pemuda memberikan dukungan dalam memberantas penyakit masyarakat dan premanisme dari kabupaten tapanuli tengah,” pinta Bupati.

Sebab, kata Bupati, sangat banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas premanisme dan penyakit masyarakat ini. Mulai dari ancaman kesehatan, mengganggu keharmonisan dalam keluarga, meningkatkan kriminalisme, hingga merusak masa depan generasi muda, yang diharapkan dapat produktif dalam mengisi pembangunan di Tapanuli Tengah.

“Kami juga berharap untuk mensosialisasikan program pemerintah ini, sehingga penyakit masyarakat dan premanisme dapat diberantas, dan lokasi-lokasi yang telah ditertibkan tidak marak kembali,” pintanya.

Baca juga :  Ironis, Daerah Ini Selalu Jadi Bulan-Bulanan Banjir Setiap Musim Hujan

Sebelumnya, Kabag Pemerintahan Umum Christian Simanjuntak mewakili Asisten Pemerintahan dan Kesmas dalam laporannya menyampaikan, maksud kegiatan ini adalah untuk menunjang kelancaran pelaksanaan urusan pemerintahan umum dan untuk menjalin interaksi yang baik serta menyerap aspirasi masyarakat.

“Tujuannya kegiatan ini mewujudkan hubungan koordinasi yang baik antara unsur TNI, Kepolisian, DPRD dan Pemkab Tapteng dengan masyarakat, meningkatkan ketenteraman, ketertiban umum dan penegakan hukum di kabupaten tapanuli tengah, memperlancar proses pembangunan di kabupaten tapanuli tengah dengan mengedepankan prinsip permusyawaratan yang adil dan beradab,” jelasnya.

Narasumber dalam kegiatan ini Kasat Pol PP Hikmal Batubara dan Kapolres Tapteng diwakili KBO Bimas Polres Tapteng M. Tahir Lubis. (red)