Danrem Kol Inf Donni Hutabarat Tekankan Prajurit Pertajam Naluri Teritorial dan Naluri Intelijen

oleh
Foto : Acara penutupan latihan posko I Kodim 0213/Nias. (Dok. Penrem)

NIAS, TAPANULIPOST.com – Danrem 023/KS Kolonel Infanteri Donni Hutabarat menekankan kepada prajuritnya untuk mempertajam naluri teritorial dan naluri intelijen dalam menghadapi berbagai dinamika perkembangan lingkungan dan situasi yang terjadi.

Hal itu ditegaskan Danrem dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Letkol Inf Joko Suprayatno saat penutupan latihan posko I Kodim 0213/Nias, Rabu, 6 Juni 2018.

Danrem Kol Inf Donni Hutabarat berharap dengan latihan posko ini para peserta telah mampu melaksanakan prosedur hubungan komandan dan staf dengan baik dalam melaksanakan operasi perbantuan kepada Pemerintah daerah dalam rangka penanggulangan bencana alam dihadapkan pada ancaman yang dapat muncul setiap saat.

“Kepada segenap prajurit, agar terus memperkaya pengetahuan dan kemampuan dengan lebih banyak belajar dan berlatih serta mampu membaca dan mempelajari situasi yang berkembang. Dengan berbekal kesungguhan yang telah ditunjukkan selama mengikuti latihan ini,” kata Kol Inf Donni Hutabarat dalam amanatnya yang dibacakan oleh Letkol Inf Joko Suprayatno.

Baca juga :  Kedatangan Pangdam Mayjen TNI Ibnu Triwidodo Disambut Sukacita Prajurit Korem 023/KS

Danrem juga memberikan beberapa penekanan sekaligus arahan untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh prajurit yaitu, pertama, tingkatkan dan mantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral spiritual Prajurit dalam menghadapi dan menyikapi tantangan tugas.

Kedua, aplikasikan dan implementasikan semua materi yang telah diperoleh selama mengikuti geladi posko 1 ini, sehingga nantinya dapat bermanfaat dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Ketiga, tingkatkan kewaspadaan dan kesiap siagaan pada diri masing-masing Prajurit dalam menghadapi setiap perubahan situasi, dengan membiasakan diri melaksanakan deteksi dini, cegah dini dan lapor cepat.

Keempat, pelihara terus keterampilan dan kemampuan sebagai Prajurit teritorial melalui budaya belajar dan berlatih agar dapat menjadi prajurit profesional yang dapat diandalkan.

Baca juga :  Pangdam I/BB Tinjau Lokasi Latihan Perang Gerilya Jenderal AH Nasution

Kelima, pertajam naluri teritorial, dan naluri intelijen sehingga tidak terdadak dalam menghadapi berbagai dinamika perkembangan lingkungan dan situasi yang terjadi.

Sementara itu, Kasiops Korem 023/KS, Letkol Inf TP Lobuan Simbolon, sebagai penyelenggara dan perangsang latihan mengatakan, gladi Posko 1 Kodim 0213/Nias dari penilaian produk sampai aplikasi mendapat hasil cukup baik.

“Diharapkan tidak terjadi kesalahan ketika menangani bencana alam jika benar-benar terjadi. Karena latihan itu bertema penanggulangan bencana gempa dan tsunami karena selama ini gempa dan tsunami pernah melanda wilayah nias,” katanya.

Baca juga :  Hanya 1 Jam Rp800 juta Uang Pecahan Baru Ludes di Madina

Komandan Kodim 0213/Nias Letkol Inf Reymond purba menjelaskan, gladi posko ini diikuti seluruh anggota Kodim, baik pimpinan maupun staf.

Dandim juga mengaku dirinya pun ikut dinilai oleh tim dari Korem. Ada juga pendukung yaitu dinas kesehatan, Badan penanggulangan bencana alam, Satpol PP dan pramuka.

“Latihan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan koordinasi di lapangan dan skill setiap anggota dalam penanganan bencana alam dan pasca bencana apabila suatu saat benar benar terjadi,” ungkap Dandim. (Ril)